Huruf Hidup

สระ

Sàrà

Huruf hidup dalam bahasa Thai disebut sàrà. Perlu diperhatikan bahwa bahasa Thai mengenal harkat (panjang – pendek) bunyi huruf hidup. Dalam situs ini, setiap harkat panjang kami tandai dengan titik dua setelah huruf hidup.

Huruf Hidup Tunggal

Baca Panjang Pendek
a ◌า
◌ะ
i  ◌ี
◌ิ
u ◌ู
 ◌ุ
ū  ◌ื
 ◌ึ
e  เ◌
ē  แ◌
o  ◌อ
 โ◌

Catatan:

  • Lambang ◌ merupakan perwakilan huruf mati, untuk menunjukkan letak huruf hidup jika dipasangkan dengan huruf mati, apakah berada di depan, belakang, atas, bawah, dan/atau sekelilingnya.
  • Perhatikan bahwa aksara (o-àng) meskipun digolongkan ke dalam huruf mati, tetapi seringkali dianggap huruf hidup dengan bunyi ‘o’ seperti dalam kata ‘orang’.

 

Selain a-i-u-e-o, bahasa Thai memiliki bunyi ū, ē, dan ọ.

  • ū, seperti eu dalam bahasa Sunda dan Aceh (mengucap dengan gigi agak dirapatkan).
  • ē, seperti bunyi e saat menirukan suara kambing (rongga mulut terbuka lebih lebar).
  • ọ, seperti mengatakan o dalam kata kolong dengan penuh tekanan (atau lingkar bibir membulat).

Harkat huruf hidup juga menentukan arti bunyi. Kesalahan panjang dan pendek bunyi dapat mengubah artinya. Bisa jadi maksudnya “pergi berlatih (hàt, pendek)” malah didengar sebagai “ke pantai (hà:t, panjang)”. Akhirnya teman-teman mau ikut semua. 😀

Huruf hidup e, ē, dan ọ pada bagan di atas tidak mempunyai lambang khusus dalam harkat pendek. Meskipun demikian, harkatnya dapat dipendekkan dengan menambahkan lambang (a pendek) di akhir kata.

Baca Pendek
e เ◌ะ
ē แ◌ะ
โ◌ะ

Selain huruf-huruf hidup di atas, terdapat 2 (dua) lambang huruf yang menunjukkan harkat pendek:

◌ั◌ ◌็◌
ไม้หันอากาศ ไม้ไต่คู้
a (pendek) (lambang pendek)

Lambang ไม้หันอากาศ [mái hăn a:kà:t] digunakan jika setelah bunyi a harkat pendek masih terdapat huruf mati.

Lambang ไม้ไต่คู้ [mái tài khú:] digunakan jika setelah bunyi huruf hidup harkat pendek selain i dan u masih terdapat huruf mati.

 

Huruf Hidup Gabungan

Beberapa huruf hidup tunggal dapat digabung untuk membentuk suatu bunyi huruf hidup. Bahkan beberapa huruf mati seperti  (wo-‘wē̆n),  (yo- yák), dan  (o-àng) pun dilibatkan dalam pembentukannya.

Baca Panjang Pendek
ë เ◌อ
เ◌อะ
ūë เ◌ือ
เ◌ือะ
au เ◌า
เ◌าะ
ia เ◌ีย
เ◌ียะ
ua ◌ัว
◌ัวะ
ëy เ◌ย

Catatan:

  • Lambang bunyi ë sama seperti bunyi e-pepet (atau e melayu), seperti e dalam kata pesawat.
  • Lambang bunyi ūë adalah dua bunyi yang berurutan dari ū (‘eu’ pada bahasa Aceh atau Sunda) dan ë (e-pepet), sehingga dibaca menyerupai bunyi ‘eua’.

Selain gabungan huruf hidup di atas, terdapat gabungan lambang huruf ë yang menunjukkan harkat pendek jika setelahnya masih terdapat huruf mati.

เ◌ิ◌
ë (pendek)

Harkat bunyi o dalam beberapa buku acuan belajar bahasa Thai sering dipadankan sebagai berikut:

Baca Panjang Pendek
o ◌อ
เ◌าะ

 

Huruf Hidup Tambahan

Selain lambang di atas, terdapat 7 (tujuh) huruf-huruf hidup tambahan.

Baca Panjang Pendek
 ai (maimuan)    ใ◌
 ai (maimalay)    ไ◌
 am    ◌ำ
 rū  ฤๅ
 
 lū  ฦๅ

Catatan: Huruf , baik ฦ maupun ฦๅ, sudah jarang digunakan dalam penulisan Thai saat ini.

Sumber suara: langhub.com

Banyak juga ya… 😀

Pertanyaan? Sampaikan pada kolom tanggapan di bawah. 🙂

Bagikan:Share on Google+Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInEmail this to someone

4 Tanggapan to “Huruf Hidup”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *